Menumbuhkan Spiritualitas dan Karakter Islami Melalui Pondok Ramadan di MI NU Al-Wathoniyah Tegalrejo

 


Tegalrejo – Pemerintah melalui Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Dalam Negeri menerbitkan Surat Edaran Bersama (SEB) tiga kementerian tentang pelaksanaan pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 H/2026 M. Kebijakan ini menjadi pedoman nasional bagi pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mengatur kegiatan belajar selama Ramadan hingga pasca Idulfitri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa tujuan dari kebijakan pemerintah yang tertuang dalam SEB tersebut untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif sekaligus mendukung penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik selama syahrul tarbiyah atau Ramadan ini.

Dilansir TVRI News, (Sabtu, 14 Februari 2026) dalam keterangan tertulisnya Abdul Mu’ti mengatakan, “Bulan Ramadan merupakan momentum membentuk karakter, memperkuat iman dan takwa, serta menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui pengaturan pembelajaran yang adaptif dan humanis, kami ingin memastikan peserta didik tetap belajar secara bermakna tanpa merasa terbebani.”

Di antara isi dari SEB tersebut, bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah atau madrasah berlangsung pada 23 Februari hingga 14 Maret 2026. Selain itu, di dalamnya juga memuat instruksi tentang kegiatan penguatan iman, takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Bagi peserta didik muslim dianjurkan mengikuti tadarus Al-Qur’an, pesantren kilat, dan kajian keislaman, sementara peserta didik non-muslim didorong mengikuti bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaannya.

Dalam rangka menindaklanjuti isi dari SEB tersebut, MI Al-Wathoniyah Tegalrejo melakukan penyesuaian-penyesuaian dalam pelaksanaan kegiatan Pondok Ramadan. Untuk itu, kegiatan Pondok Ramadan dilaksanakan pada hari Kamis 26 Februari sampai 01 Maret 2026 yang diikuti seluruh peserta didik dari kelas 1-6.

Pondok Ramadan—sebagaimana kita pahami selama ini—merupakan kegiatan keagamaan intensif tahunan yang diadakan setiap bulan suci Ramadan. Hanya saja pelaksanaan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan Pondok Ramadan di MI Al-Wathoniyah Tegalrejo dilaksanakan tanpa bermalam di madarasah, tahun ini dilaksanakan dengan bermalam di madrasah pada hari terakhir.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Syaiful Muhson, S.Pd.I selaku Kepala MI Al-Wathoniyah Tegalrejo. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa tujuan kegiatan Pondok Ramadan tahun ini ada bermalamnya, dimaksudkan untuk melatih para santri bagaimana rasanya suatu pendidikan yang ada di pondok pesantren dan menjadi bekal bagi santri yang nantinya melanjutkan pendidikan ke pesantren.

“Semua santri (peserta didik) harus memanfaatkan waktu Pondok Ramadan kali ini dengan sebaik-baiknya, mendengarkan, menyimak, hingga mencatat materi yang disampaikan oleh para guru dengan baik. Sekali lagi, Ramadan merupakan syahrul tarbiyah, tak hanya berpuasa, namun juga bulan penuh mengais ilmu pengetahuan, baik umum maupun keislaman,” pungkasnya.

Adapun rangkaian kegiatan mulai Kamis, 26 Februari 2026 kelas 1-3 materi; Doa sehari-hari, Rukun Iman dan Rukun Islam, Taharah dan kitab syiir Ngudi Susilo. Sedangkan kelas 4-6 materi; Taharah, Risalatul Mahid, Salat Fardu dan zikir doa sehari-hari dan kitab syiir Alala. Pada Jum’at, 27 Februari 2026 kelas 1-3 materi Bacaan Salat, Puasa, Zakat Fitrah dan kitab syiir Ngudi Susilo. Untuk kelas 4-6 materi Puasa, Salat Tarawih, Zakat Fitrah dan kitab syiir Fasholatan.

Sementara pada Sabtu, 28 Februari 2026 kelas 1-3 materi hafalan surat Yasin, praktik salat fardu, kitab syiir Ngudi Susilo, dan ceramah menjelang berbuka. Sementara kelas 4-6 materi salat Idulfitri, doa setelah salat, kitab syiir Fasholatan, hafalan surat Al-Mulk, dan ceramah menjelang berbuka. Pada hari ketiga ini pula para peserta didik berbagi takjil dengan didampingi seluruh Bapak dan Ibu guru. Titik berbagi takjil tepat di jalan depan MI Al-Wathoniyah Tegalrejo. Berbagi takjil juga sebagai pembelajaran anak-anak untuk berbagi, berempati, dan memupuk soliditas sosial sejak dini. Sehingga anak-anak tidak acuh dengan keadaan sesame yang ada di sekitarnya. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Selain materi-materi pokok Pondok Ramadan, untuk menambah semangat, antusias, dan inovasi diadakan pula lomba cerdas cermat (LCC). Yang mana pertanyaannya diambil dari materi-materi yang sudah disampaikan. Kegiatan ini dipandu oleh kawan-kawan mahasiswa STAI MAS Pondok Ngunut yang tengah melaksanakan KKN-PPM di MI Al-Wathoniyah Tegalrejo.

Rangkaian Pondok Ramadan pun berakhir pada Ahad, 01 Maret 2026 dimulai 02.30 WIB, mulai dari pelaksanaan salat hajat, makan sahur, salat Subuh, kultum, salat Duha, hingga pembagian hadiah lomba cerdas cermat. Kegiatan berakhir dan ditutup pukul 07.30 WIB oleh Kepala MI Al-Wathoniyah Tegalrejo. Harapannya, kegiatan Pondok Ramadan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, namun benar-benar dapat menumbuhkan spiritualitas dan karakter religius dalam diri peserta didik. Selain itu, ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjadikan pribadi yang lebih kuat, tangguh, taat, bertakwa, serta berakhlak mulia.[]

 

Pewarta: Zaenal Arifin

Editor: Kamim Tohari

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama