Kupas Tuntas Teknik Menulis Berita di 'Madrasah Kepenulisan'

Rejotangan – Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) MWCNU Rejotangan kembali menggelar pertemuan kedua program "Madrasah Kepenulisan" pada Sabtu, 14 Februari 2026. Bertempat di Musala Al-Islah, Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Pada pertemuan ini berfokus untuk mengupas tuntas teknik menulis berita yang baik dan benar.

Kegiatan rutin ini merupakan salah satu program kerja unggulan dari LTN NU MWCNU Rejotangan. Dalam pertemuan kedua ini, dua pengurus LTN NU MWCNU Rejotangan menyampaikan selayang pandang hal-ihwal pengelolaan website dan teknik menulis berita.

Sesi pertama diisi oleh Ahmad Syariffuddin Rizqi tentang wawasan praktis untuk memanfaatkan website sebagai media publikasi literasi—khususnya menulis. Materi ini dinilai penting untuk membekali para peserta, yang dalam kesempatan ini diwakili lembaga Infokom atau sejenisnya baik dari pengurus PAC GP Ansor Rejotangan, PAC IPNU IPPNU Rejotangan, PAC ISNU Rejotangan, hingga pengurus ranting GP Ansor dan ranting IPNU IPPNU se Rejotangan. Besar harapan mereka dapat mewartakan kegiatan ke-NU-an, banom, rutinan, dan lainnya yang notabene banyak sekali itu agar dapat dikemas secara digital—dalam hal ini diunggah di website www.mwcnurejotangan.or.id dan menjangkau audiens (nahdiyin) yang lebih luas.

Berlanjut pada sesi kedua, Kamim Tohari dalam paparannya menekankan pentingnya pemahaman dasar jurnalistik, termasuk penerapan unsur 5W+1H (What, Who, Why, When, Where, How) serta teknik menulis teras berita (lead) yang menarik. "Menulis berita tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga harus memikat pembaca sejak kalimat pertama hingga akhir," ujarnya.

Menghidupi ruang digital, utamanya platform keislaman yang moderat sangat penting. Agar generasi muda NU tidak keliru mengonsumsi berita dan artikel keislaman yang berseliweran di jagat maya. "Menurut data, anak muda Indonesia yang didominasi kaum zilenial (Gen Z dan Milenial) mencari pengetahuan keagamaan dari media sosial dan ruang digital sebanyak 98 persen pada 2022, meningkat dari tahun 2021 sejumlah 97 persen yang terkoneksi dengan mayapada digital. Walhasil, menyuguhkan konten medsos keislaman yang sesuai karakter keislaman kita "moderat", bisa menjadi wasilah untuk menampakkan wajah asli Islam kita (Islam Nusantara)," imbuhnya.

Dari angka di atas, kita tengah dihadapkan dengan peluang sekaligus tantangan. Peluangya, diseminasi tulisan keislaman moderat apabila dikelola dengan baik akan menyelamatkan generasi muda NU dari kesia-siaan mengonsumsi bacaan atau konten yang bertentangan dengan ajaran Aswaja dan Islam yang rahmatan lil alamin. Tantangannya, bila tidak ada yang mau menghidupi, mengelola, berjuang di jalan sunyi ini, entah berapa banyak generasi muda NU yang bisa saja terpapar virus radikalisme, anti Pancasila, bahkan kehilangan jati dirinya "karakter kebhinnekaan".

Kegiatan ini diawali dengan tahlil bersama yang dipimpin ustaz Zainal Arifin dalam rangka memperingati hari lahir Rais Akbar Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari yang lahir pada 14 Februari 1871. Ketua LTN NU Rejotangan Arif Wahyudi menitipkan pesan dalam sambutannya, "Kegitan Madrasah Kepenulisan ini bukan sekadar seremonial, namun wadah berdiskusi berkaitan dengan dunia literasi, medsos, dan lainnya. Oleh karenanya dibuat sebagai rutinan, harapannya kita mempunyai bekal teoritis yang cukup dan siap menerapkannya dalam tataran praktis."

Dalam pertemuan kedua ini, juga ada bagi-bagi buku dari Ketua LTN NU Rejotangan. Buku berjudul Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam diberikan kepada perwakilan PAC IPNU IPPNU Rejotangan. Secara tersirat, buku yang diberikan sebagai bentuk motivasi bahwa kita semua bisa menulis buku, dengan catatan mau dan tekun menjalaninya.

Setelah paparan materi tersampaikan, terdapat sesi diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif seputar website dan menulis berita. Sebagaimana tujuan dari program ini, diharapkan mampu melahirkan kader-kader penulis yang produktif, serta mampu menyajikan berita yang informatif dan edukatif. Sehingga dapat berlanjut untuk mengasah kemampuan menulis dan menyebarluaskannya untuk memberi secercah pengetahuan yang menyegarkan di tengah masyarakat luas.[]


Pewarta: Mohammad Thoriq Miftahuddin

Editor: Kamim Tohari

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama