LTN NU Rejotangan Launching Madrasah Kepenulisan, Cetak Kader Penulis Muda NU Rejotangan

Rejotangan – Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama aka (LTN NU) MWCNU Rejotangan pada Sabtu, 24 Januari 2026 melakukan tindak lanjut salah satu program kerjanya, yakni Madrasah Kepenulisan. Mengambil tempat di musala Al-Hikmah Karangsari—dekat rumah Ketua LTN NU Rejotangan—kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB menandai seremonial peluncuran Madrasah Kepenulisan.

Dalam kegiatan tersebut hadir jajaran pengurus LTN NU Rejotangan serta mengundang perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Rejotangan dan PAC GP Ansor Rejotangan. Selain launching Madrasah Kepenulisan, kegiatan dilanjutkan dengan koordinasi dan diskusi kaitan program yang akan dijalankan ini. 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam penguatan literasi dan kaderisasi penulis muda NU di tingkat kecamatan Rejotangan. Program Madrasah Kepenulisan ini dirancang untuk mencetak kader penulis muda yang mampu menjadi kontributor berita, opini, dan konten keislaman, ke-NU-an, sekaligus berperan aktif dalam menghidupi dan mengembangkan website resmi MWCNU Rejotangan sebagai media dakwah dan informasi organisasi.

Ketua LTN NU Rejotangan Arif Wahyudi, S.Th.I., M.Pd menyampaikan bahwa Madrasah Kepenulisan ini bukan sekadar pelatihan teknis menulis, tetapi juga ruang kaderisasi ideologis dan kultural. “Menulis adalah bentuk khidmah intelektual. Melalui tulisan, nilai Aswaja, tradisi NU, dan gerakan sosial-keagamaan dapat disebarluaskan secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan ini melibatkan secara aktif kader IPNU-IPPNU sebagai basis pelajar NU serta GP Ansor sebagai penggerak pemuda, sehingga diharapkan terjadi sinergi lintas badan otonom dalam penguatan literasi dan media. Selain kader internal NU, Madrasah Kepenulisan ini juga menyasar pelajar dan mahasiswa se-Kecamatan Rejotangan, sebagai upaya membuka ruang partisipasi generasi muda dalam dunia kepenulisan dan jurnalistik berbasis nilai.

Dalam pengantarnya, Kamim Tohari selaku Sekretaris LTN NU Rejotangan memberikan gambaran keadaan di lapangan sekaligus motivasi. "Sekilas yang terlintas dalam benak kita (mungkin) kegiatan Madrasah Kepenulisan ini adalah aktivitas yang membosankan, karena harus diakui minat literasi (baca-tulis) masyarakat kita belum berada di taraf yang membahagiakan. Namun kita harus ingat bahwa etos kerja para muasis dan ulama NU adalah membaca, menulis, dan diskusi. Selayaknya yang demikian itu menjadi motivasi bahwa kegiatan yang tampak membosankan ini akan berdampak emansipatoris-transformatif pada diri, dengan catatan tekun menjalani jalan sunyi (menulis) ini," pungkasnya.

Dalam sesi koordinasi, dibahas pula mekanisme rekrutmen peserta, kurikulum dasar kepenulisan, pembagian peran redaksi, hingga sistem kontribusi konten untuk website MWCNU Rejotangan. Ke depan, program ini direncanakan berjalan secara berkelanjutan melalui kelas rutin, mentoring penulisan, serta praktik langsung produksi berita dan artikel.

Launching Madrasah Kepenulisan ini berjalan gayeng, meskipun dikemas dengan sederhana. Kegiatan ini dipungkasi dengan doa yang dipanjatkan oleh ustaz Zainal Arifin, M.Pd selaku Bendahara LTN NU Rejotangan.

Melalui Madrasah Kepenulisan ini, LTN NU Rejotangan berharap lahir kader-kader penulis muda yang tidak hanya terampil menulis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, komitmen ke-NU-an, dan kesadaran dakwah digital di era media baru.[]


Pewarta: Kamim Tohari

Editor: Dimas A. P.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama